Halaman

Tuesday, March 19, 2019

Perilaku konsumen; PENGOLAHAN INFORMASI DAN PERSEPSI KONSUMEN


PENGOLAHAN INFORMASI DAN PERSEPSI KONSUMEN

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Perilaku konsumen
Dosen Pengampu : M. Sugi Hariadi, S.Pd., MM






 











Disusun Oleh :
1.      Zaimatul ummah               ( 212447 )
2.      Burhanis sulton                 ( 212473 )




 
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN SYARIAH/ MBS
2015

                                 
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam mengisi aktivitas keseharian, Alat indera memiliki peranan yang sangat penting. Karena melalui alat inderalah kita dapat merasakan semua hal yang terjadi pada fisik kita. Sebagai contoh berkat indera kulit, kita merasakan kepanasan saat di luar ruang atau udara sejuk didalam kantor. yang lainnya seperti hidung yang mencium bau, telinga yang mendengar suara, dan mata yang melihat obyek di sekitar kita. Apa yang dicium oleh hidung, apa yang didengar oleh telinga, apa yang dilihat oleh mata, itulah yang disebut dengan stimulus.
Jika dilihat dari sisi konsumen, Pengolahan informasi pada diri konsumen terjadi ketika salah satu pancaindera konsumen menerima input dalam bentuk stimulus. Pengetahuan produsen, dalam memahami bagaimana konsumen mengolah informasi sangat bermanfaat sehingga dapat merancang komunikasi yang efektif bagi konsumen.[1]
Sedangkan Persepsi, menurut Rakhmat Jalaludin adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.
Berngkat dari diskripsi diatas pemakalah akan mencoba  memaparkan “PENGOLAHAN INFORMASI & PERSEPSI KONSUMEN” agar makalah ini tidak terlalu melebar pemakalah akan mencoba merumuskan masalah sebagai berikut.
B. Rumusan Masalah
1.             Apa itu  pengolahan informasi ?
2.             Apa saja bentuk-bentuk pengolahan informasi ?
3.             Apa itu persepsi ?
4.             Bagaimana proses persepsi ?
5.             Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi ?
BAB II
PEMBAHASAN

A.           Pengertian pengolahan informasi
Proses pengolahan informasi diartikan sebagai “is the process which consumers are exposed to information, become involved with it, attend to it, comprehend it, place in to memory and retrieve it for later use” Yaitu menyebut tahap pemaparan, perhatian, dan pemahaman sebagai persepsi. Persepsi ini bersama keterlibatan konsumen dan memori akan mempengaruhi pengolahan informasi.
Segala sesuatu yang kita dengar, yang kita lihat dan yang tercium oleh hidung, itulah yang disebut stimulus (rangsangan). setiap saat, panca indra kita menerima ratusan bahkan ribuan stimulus (rangsangan). tetapi tidak setiap stimulus yang datang menjadi obyek perhatian dan kita simpan dalam ingatan. hal ini terjadi karena kemampuan kita dalam melakukan proses pengolahan informasi dan pengetahuan bersifat terbatas. proses ini disebut dengan pencarian internal. konsumen yang membeli suatu produk yang berulang-ulang maka informasi yang sudah tersimpan di otak sudah cukup untuk menghasilkan keputusan pembelian.[2]
Konsumen yang akan memenuhi kebutuhan hidupnya akan terdorong untuk mencari informasi beserta alternatif pilihan atas suatu produk yang dapat memenuhi kebutuhannya. kita dapat membagi pencarian informasi ke dalam dua tingkat. pertama situasi pencarian informasi yang lebih ringan dinamakan “perhatian yang menguat”. Pada tingkat ini, seseorang hanya menjadi lebih peka terhadap informasi atas suatu produk. kedua jika pencarian internal dan perhatian yang menguat masih belum bisa memberikan informasi yang cukup maka konsumen akan mencari tambahan  informasi melalui pencarian eksternal yaitu mencari informasi secara aktif. misalnya, mencari bahan bacaan, menelfon teman dan mengunjungi toko untuk mempelajari suatu produk. dalam hal ini yang harus menjadi perhatian utama pemasar adalah mengetahui sumber-sumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh setiap sumber terhadap keputusan pembelian. Sumber informasi konsumen di golongkan menjadi empat :
1.      Sumber pribadi : keluarga, temen, kenalan, tetangga.
2.      Sumber komersil : iklan, winawarga, penyalur, kemasan, pajangan di toko.
3.      Sumber publik : media masa, media sosial, organisai tertentu peringkat konsumen.
4.      Sumber pengalaman : penanganan, pengkajian dan pemakaian produk
Terdapat sejumlah faktor dari pencarian informasi yang digunakan konsumen untuk memutuskan apakah jadi membeli suatu produk atau tidak, yaitu tingkat kepentingan produk, upaya yang dibutuhkn untuk memperoleh informasi, pengalaman masa lalu, pandangan konsumen mengenai resiko suatu produk serta ketersediaan waktu.
Pengolahan informasi pada diri konsumen terjadi ketika salah satu panca indera menerima input berupa stimulus. Stimulus dapat berbentuk produk, nama merek, iklan, nama produsen. Iklan berbagai produk yang ditayangkan ditelevisi dan radio adalah stimulus yang dirancang khusus oleh produsen agar menarik perhatian konsumen, sehingga konsumen mau melihat dan mendengarkan iklan tersebut. Produsen mengharapkan konsumen menyukai iklan produknya, kemudian menyukai produknya dan membelinya.[3]




B.            Tahap-tahap pengolahan informasi
1.             Pemaparan (Exposure)
Pemaparan merupakan tahap pertama dari proses pengolahan informasi, dimana pada tahap ini pemasar menyampaikan stimulus pada konsumen. Seperti iklan, kemasan, merek atau bahkan hadiah. Konsumen yang merasakan stimulus yang datang kesalah satu panca indranya disebut sebagai sensasi.
Faktor yang mempengaruhi sensasi yaitu Ambang Absolut (The different threshold ) dan Ambang berbeda (The absolute threshold )
Ambang Absolut (The absolute threshold) yaitu suatu tingkatan terendah dimana seseorang dapat merasakan adanya sensasi/nilai minimum dari suatu rangsangan agar dapat diterima secara sadar. Contoh : Ketika konsumen pertama kali, melihat iklan produk dengan potongan harga 20% akan tertarik.  Tetapi ketika iklan itu diulang-ulang dan tidak ada perubahan tingkat potongan harganya, konsumen tidak akan memperhatikannya lagi, karena sudah biasa.
Ambang berbeda The different threshold atau just noticeable different (JND): perbedaan minimum yang dapat dideteksi diantara 2 rangsangan yang muncul secara bersamaan. Contoh: (Perbedaan harga Rp4.000.00,- disebut different threshold) Harga pasta gigi yang belum pernah dibeli konsumen lebih murah Rp3.000.00,- daripada harga pasta gigi yang biasa dibeli.  Perbedaan harga tersebut tidak akan mempengaruhi konsumen untuk beralih ke merek lain.  Tetapi ketika harga barang yang tidak pernah dibelinya lebih murah Rp4.000.00,-, mereka akan memperhatikan perubahan tersebut dan mengubah pilihan ke merek lain.
2.             Perhatian (Attention)
Tidak semua stimulus yang dipaparkan dan diterima konsumen akan memperoleh perhatian dan berlanjut dengan pengolahan stimulus tersebut, hal ini terjadi karena konsumen memiliki keterbatasan sumberdaya kognitif untuk mengelolah semua informasi yang diterima.
Ada dua faktor utama yang mempengaruhi perhatian konsumen terhadap stimulus yang akan diperhatikannya, yaitu faktor pribadi dan faktor stimulus. Faktor pribadi adalah karakteristik konsumen yang muncul dalam diri konsumen. Faktor ini ada diluar control pemasar. faktor stimulus adalah faktor yang dapat dikontrol dan dapat dimanipulasi oleh pemasar dan pengiklan yang bertujuan untuk menarik minat konsumen.
                 Faktor-faktor stimulus meliputi:
a.       Ukuran (size)
Semakin besar ukuran stimulus maka akan semakin besar perhatian.
b.      Warna (colour)
Warna-warni dari satu stimulus akan menarik perhatian yang lebih besar  dibandingkan stimulus yang hitam putih.
c.        Intensitas (Intensity)
Frekuensi yang lebih sering akan memperbesar stimulus sehingga menimbulkan perhatian yang lebih besar.
d.      Kontras (Contras)
Stimulus yang ditampilkan sangat kontras dengan latar belakangnya seringkali menarik perhatian yang lebih baik.
e.       Posisi (Position)
Suatu stimulus mungkin lebih diperhatikan oleh konsumen karena letaknya yang strategis di suatu lokasi.
f.       Petunjuk (Directionality)
Mata konsumen sering kali tertuju kepada stimulus yang diarahkan oleh suatu petunjuk.
g.      Gerakan (Movement)
Stimulus yang bergerak akan menarik perhatian konsumen dibandingkan yang diam.
h.      Kebauran (Novelty)
Stimulus yang ditampilkan dengan tehnik kebauran biasanya menimbulkan penasaran dan rasa keingintahuan.
i.        Isolasi (Isolation)
Teknik meletakan suatu stimulus pada suatu ruang dimana ruang yang digunakan oleh stimulus ini hanya sedikit sekali, sedangkan sisah ruangan yang besar tidak digunakan untuk menarik perhatian.
j.        Stimulus yang disengaja (“learned” attention-inducing stimuli)
Beberapa stimulus seperti bel atau telepon rumah sengaja dipasang untuk menarik perhatian.
k.      Memberi pesan yang menarik (Attractive spokesperson)
Pemasar menggunakan selebriti sebagai bintang iklan agar menarik perhatian konsumen.
l.        Perubahan gambar yang cepat ( Scane changes)
Penampilan banyak gambar dalam waktu singkat akan menimbulkan aktivitas otak secara tidak sengaja yang akan menarik perhatian konsumen.[4]
3.             Pemahaman
Usaha konsumen untuk mengartikan atau menginterpretasikan stimulus. Engel, BlackWell, dan Miniard (1995) menyebut tahapan ini merupakan tahapan ini sebagai tahap memberi makna kepada stimulus. Pada tahapan ketiga ini konsumen melakukan “perceptual organization” yaitu konsumen cenderung untuk melakukan pengelompokan stimulus sehingga memandangnya sebagai satu kesatuan. Pemahaman di pengaruhi tiga prinsip, yaitu:



a.       Gambar dan latar belakang (figure and ground)
Gambar adalah suatu stimulus yang diletakan dalam suatu latar belakang. Konsumen cenderung memisahkan mana obyek yang harus diperhatikan dan mana latar belakangnya.
b.      Pengelompokan (grouping)
Orang akan lebih mengingat informasi jika disajikan dalam bentuk kelompok atau secara terpisah-pisah.
c.       Closure
Konsumen akan berusaha memahami suatu objek dalam arti yang utuh walaupun ada bagian dari obyek hilang atau tidak lengkap.
4.             Penerimaan
Setiap saat, manusia menerima begitu banyak stimuli dari lingkungan sekitarnya. Tetapi tidak semua stimuli akan ditanggapi. Setiap pemaparan, perhatian dan pemahaman merupakan bagian persepsi konsumen.
5.             Retensi
Retensi adalah proses memindahkan informasi ke memori jangka panjang (long-term memory). Memori terdiri dari atas beberapa sistem penyimpanan, yaitu :
a.       Memori sensori yaitu tempat penyimpanan informasi sementara.
b.      Memori jangka peendek yaitu tempat penyimpanan informasi untuk waktu yang terbatas dan memiliki kapasitas terbatas.
c.       Memori jangka panjang yaitu tempat penyimpanan informasi dalam jangka waktu yang lama dan memiliki kapasitas yang tidak terbatas.
d.      Rehearsel yaitu kegiatan mental konsumen untuk mengingat-ingat informasi yang diterimanya dan menghubungkannya dengan informasi lainnya yang sudah disimpan di memory.
e.       Encoding yaitu proses untuk menyeleksi sebuah kata atau gambar untuk menyatakan suatu persepsi terhadap sebuah objek.
f.       Mengingat kembali yaitu proses mengingat informasi yang telah disimpan dalam memori jangka panjang yang suatu saat dipakai sebagai suatu pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

C.           Pengertian Persepsi konsumen
Persepsi menurut Gilbert Harrel (1986) adalah proses yang yang digunakan individu untuk memilih mengorganisasi dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi guna menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti.
Persepsi merupakan proses individual, sangat bergantung pada factor-faktor internal, seperti kepercayaan, pengalaman, kebutuhan, suasana hati (mood) serta harapan.
Persepsi konsumen adalah proses dimana seseorang mengorganisir dan mengartikan kesan dari panca indera dalam tujuan untuk memberi arti dalam lingkungan mereka (Robbins, 1998) .
Persepsi tidak hanya tergantung pada rangsangan fisik, tetapi juga pada rangsangan yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan keadaan individu yang bersangkutan. Orang yang termotivasi akan siap berbuat sesuatu, tetapi bagaimana orang itu berbuat akan dipengaruhi oleh persepsi masing-masing orang terhadap situasi tertentu. [5]
D.           Proses persepsi
Proses terjadinya persepsi meliputi :
a.              Proses fisis yaitu dimana objek menimbulkan stimulus dan stimulus mengenai alat indra.
b.             Proses fisiologis yaitu stimulus yang diterima alat indera kemudian dilanjutkan oleh saraf sensoris ke otak.
c.              Proses psikologis yaitu terjadi proses pengolahan otak, sehingga individu menyadari tentang apa yang ia terima dengan alat indera sebagai suatu akibat dari stimulus yang diterima.[6]

E.            Faktor-faktor yang mempengaruhi Persepsi
Menurut Nugroho J. Setiadi (2003), Faktor yang mempengaruhi persepsi adalah penglihatan dan sasaran yang diterima dan dimana situasi persepsi terjadi penglihatan. Tanggapan yang timbul atas rangsangan akan dipengaruhi sifat-sifat individu yang melihatnya, sifat yang dapat mempengaruhi persepsi yaitu :
1.      Sikap
Sikap yang dapat mempengaruhi positif atau negatifnya tanggapan yang akan       diberikan seseorang.
2.      Motivasi
Motif merupakan hal yang mendorong seseorang mendasari sikap tindakan yang dilakukannya.
3.      Minat
Merupakan faktor lain yang membedakan penilaian seseorang terhadap suatu hal atau objek tertentu, yang mendasari kesukaan ataupun ketidaksukaan terhadap objek tersebut.
4.      Pengalaman masa lalu
Dapat mempengaruhi persepsi seseorang karena kita biasanya akan menarik kesimpulan yang sama dengan apa yang pernah dilihat dan didengar.

5.      Harapan
Mempengaruhi persepsi seseorang dalam membuat keputusan, kita akan cenderung menolak gagasan, ajakan, atau tawaran yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
6.      Sasaran
Sasaran dapat mempengaruhi penglihatan yang akhirnhya akan mempengaruhi persepsi.
7.      Situasi
Situasi atau keadaan disekitar kita atau disekitar sasaran yang kita lihat akan turut mempengaruhi persepsi. Sasaran atau benda yang sama yang kita lihat dalam situasi yang berbeda akan menghasilkan persepsi yang berbeda pula.[7]

















BAB III
PENUTUP
A.           Kesimpulan
Proses pengolahan informasi yaitu menyebut tahap pemaparan, perhatian, dan pemahaman sebagai persepsi. Persepsi ini bersama keterlibatan konsumen dan memori akan mempengaruhi pengolahan informasi. Pengolahan informasi pada diri konsumen terjadi ketika salah satu panca indera menerima input berupa stimulus. Stimulus dapat berbentuk produk, nama merk, iklan, nama produsen.
Tahap-tahap pengolahan informasi yaitu pemaparan, perhatian, pemahaman, penerimaan, dan retensi.
Persepsi konsumen adalah proses dimana seseorang mengorganisir dan mengartikan kesan dari panca indera dalam tujuan untuk memberi arti dalam lingkungan mereka (Robbins, 1998).
Proses terjadinya persepsi meliputi :  Proses Fisis, Proses Fisiologis,  Proses Psikologis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Persepsi Menurut Nugroho J. Setiadi (2003), Faktor yang mempengaruhi persepsi adalah penglihatan dan sasaran yang diterima dan dimana situasi persepsi terjadi penglihatan. Tanggapan yang timbul atas rangsangan akan dipengaruhi sifat-sifat individu yang melihatnya.










DAFTAR PUSTAKA

·         Bilson Simamora. 2004. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama.
·         Ekawati Rahayu Ningsih, Pelaku Konsumen, Kudus : Nora Media Enterprise, 2010
·         Setiadi, Nugroho J. (2003). Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi untuk Strategi dan             Penelitian Pemasaran. Cetakan Kedua. Jakarta: Prenata Media.
·         Tambajong, J, Pengantar Psikologi Konsumen. Cetakan pertama.  Jakarta : Kawan pustaka. 1995




[1] Tambajong, J, Pengantar Psikologi Konsumen. Cetakan Pertama. Jakarta: Kawan pustaka. 1995, hal. 89.
[2] Ekawati Rahayu Ningsih, Pelaku Konsumen, Kudus : Nora Media Enterprise, 2010, hal 74
                             [3] Ibid, halm. 76.
[4] Ibid, halm.  80.
                                 [5] Ibid, halm. 77.

                                [6] Bilson Simamora. 2004. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta:PT
                                     Gramedia Pustaka Utama


[7] Setiadi, Nugroho J. (2003). Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Cetakan Kedua. Jakarta: Prenata Media.

No comments:

Post a Comment